Satelit bisa berputar mengelilingi bumi, semakin tinggi
kecepatannya, maka semakin pendek pula satelit memfoto ulang suatu daerah. Ada
yang memiliki periode 14 hari sekali, 5 hari sekali, 1 bulan sekali, bahkan per
jam. Satelit bisa mengetahui tutupan lahan, pertanian, kebencanaan, dan
sebagainya.
Data dari satelit dapat di convert menjadi peta dua dimensi, contohnya Peta Rupabumi Indonesia yang dikeluarkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG)
Data Spasial ada dua, yaitu:
1. Data Vektor yaitu representasi dari bentuk bumi yang
berbentuk garis, area, titik, dan nodes. Data vektor digunakan untuk menghitung
luasan, panjang suatu garis, dan lain-lain.
2. Data Raster adalah data yang dihasilkan dari sistem penginderaan jauh.
Arti praktis dari
peta adalah gambaran grafis dari objek pada sebagian kecil, sebagian besar,
atau pada seluruh permukaan bumi.
Representasi dua
dimensi seluruh atau sebagian dari permukaan bumi yang menunjukkan kenampakan
alami dan buatan manusia, dikonstruksi pada bidang proyeksi tertentu dengan
skala tertentu. Agar peta dapat digunakan oleh semua orang, maka harus memiliki
standar seperti dalam penggunaan warna, dan sebagainya.
Perbedaan Peta
Penggunaan Lahan dan Peta Tutupan Lahan adalah peta penggunaan lahan berbentuk
fungsi sedangkan peta tutupan lahan berbentuk fisik.
Peta Penggunaan Lahan dan Tutupan Lahan ini berguna saat akan merencanakan suatu wilayah, yaitu dengan melihat kondisi eksisting wilayah tersebut terlebih dahulu.
- Peta 3 Dimensi merupakan perkembangan peta yang menunjukkan bangunan dan kondisi alam lebih real, dengan masih memuat legenda dan elemen-elemen peta lainnya.
- Peta 2.5 Dimensi yaitu peta yang menggabungkan peta 2 dimensi dengan waktu.
- Peta 4 Dimensi yaituu gabungan antara peta 3 dimensi dan
waktu (x,y,z, dan t). Contoh dalam penggunaan peta perkiraan kebencanaan salah
satunya Tsunami.
Komentar
Posting Komentar