RESUME MATERI GEODAS PERTEMUAN 6

 

TEKNIS PENYAJIAN PETA DESA

PERKA BIG NO. 3 Tahun 2016

Peta Desa dapat digunakan oleh pemerintah pusat dan daerah untuk merencanakan pembangunan nasional yang lebih menyeluruh dengan tingkat kedetailan informasi tingkat desa. Pembuatan Peta Desa dilaksanakan dengan menggunakan metode dan tata cara yang disusun dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta standar dan/atau spesifikasi teknis yang berlaku secara nasional dan/atau internasional.

Spesifikasi penyajian peta desa merupakan aturan atau ketentuan yang dipakai sebagai tatanan untuk penyelenggaraan pembuatan Peta Desa. Norma Pembuatan Peta Desa adalah sebagai berikut:

Pembuatan Peta Desa merupakan upaya untuk menyediakan Peta Desa yang akan digunakan oleh Kementerian/Lembaga/ Pemerintah daerah untuk kepentingan pembangunan nasional;

Pembuatan Peta Desa dilakukan oleh pihak-pihak yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan dengan mengikuti tata cara dan spesifikasi yang telah ditentukan oleh Kementerian/Lembaga yang berwenang;

Pembuatan/penyusunan Peta Desa adalah kegiatan pengolahan dan penyajian data dengan mengikuti prosedur operasional standar penyelenggaraan Pembuatan Peta Desa, seperti disebutkan dalam lampiran spesifikasi teknis ini;

Pemantauan dan evaluasi kegiatan pembuatan/penyusunan dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial;

Pembinaan kegiatan penyelenggaraan Pembuatan Peta Desa dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial/K/L terkait atau dapat bekerjasama dengan pihak lain dalam melakukan pembinaan tersebut; dan

Hasil kegiatan pembuatan/penyusunan Peta Desa diintegrasikan dengan jaringan informasi geospasial nasional.


Peta Desa

Peta tematik bersifat dasar yang berisi unsur dan informasi batas wilayah, infrastruktur transportasi, toponim, perairan, sarana prasarana, penutup lahan dan penggunaan lahan yang disajikan dalam peta citra, peta sarana dan prasarana, serta peta penutup lahan dan penggunaan lahan.

Spesifikasi Teknis Peta Desa

Datum Horizontal. Datum kontrol horizontal yang digunakan di dalam peta desa adalah Sistem Referensi Geospasial Indonesia (SRGI) 2013.

Proyeksi peta yang digunakan dalam peta desa adalah Universal Transverse Mercator (TM). Proyeksi dan pembagian zona grid mengacu pada sferoid yang telah dispesifikasikan dalam SRGI 2013.

Peta Desa dapat disajikan pada skala: 1 : 2.500, 1 : 5.000 , 1 : 10.000 dan pada kertas ukuran A0 dan A1.

Nilai ketelitian Peta Desa adalah nilai (Circular Error) CE90 untuk ketelitian horizontal, yang berarti bahwa kesalahan posisi Peta Desa tidak melebihi nilai ketelitian tersebut dengan tingkat kepercayaan 90%.

Komentar